Perempuan Berkalung Sorban

Perempuan Berkalung Sorban Aku tidak mau menjadi budak Pun masa depan yang kerontang bukanlah impianku juga impian siapapun Tetapi kepada siapa aku harus mengadu Setelah bapak dan ibu juga bukanlah seseorang yang merupakan te

  • Title: Perempuan Berkalung Sorban
  • Author: Abidah El Khalieqy
  • ISBN: 9799341221
  • Page: 240
  • Format: Paperback
  • Aku tidak mau menjadi budak Pun masa depan yang kerontang bukanlah impianku, juga impian siapapun Tetapi, kepada siapa aku harus mengadu Setelah bapak dan ibu juga bukanlah seseorang yang merupakan tempat aku dapat bertanya dan mengutarakan isi hatiku.

    • Û Perempuan Berkalung Sorban || ✓ PDF Read by ☆ Abidah El Khalieqy
      240 Abidah El Khalieqy
    • thumbnail Title: Û Perempuan Berkalung Sorban || ✓ PDF Read by ☆ Abidah El Khalieqy
      Posted by:Abidah El Khalieqy
      Published :2018-09-26T02:56:14+00:00

    1 thought on “Perempuan Berkalung Sorban”

    1. Gara-gara melihat poster iklan film "Perempuan Berkalung Sorban" di perempatan Cililitan, saya jadi tergoda menggali ingatan saya tentang novel berjudul sama yang saya baca 7 tahun lalu.Ya, film ini memang diangkat dari novel karya penulis perempuan, Abidah el Khalieqy, yang besar di lingkungan pesantren. Tak heran jika novel ini mengisahkan kehidupan dengan latar belakang serupa.Secara narasi atau teknik penceritaan, kelihaian Abidah cukup diacungkan jempol. Ia bisa membawa pembaca pada penghay [...]

    2. bagi g buku ini berada d pertengahan antara bagus dan nggak. Makanya g kasih nilai pertengahan 2,5. Bonus 0,5 karena buku pinjaman dan g berhasil menyelesaikannya dalan waktu cepet (heheh!ngalahin maxride bow!)Nggak karena :1. Buku ini terkesan sangat menggurui, malah bikin g rada bosen pas mendekati akhir. Klimaknya kurang berasa (ato nggak ada klimak ya?)2. G menemukan buanyak salah cetak3. Ga jelas si Nisa ini Islami atau tidak, mungkin g lebih setuju ini buku feminis dibanding IslamiBagus ka [...]

    3. Buku ini mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan, bahkan dalam rumah tangga-- yang dianggap tabu dan tidak sesuai dengan ajaran agama. Khalieqy telah memberikan pandangan lain tentang rendahnya kaum wanita di mata hadis-hadis yang patriarkhal. Pandangan feminin yang memberi harapan kepada kaum wanita: tubuh dan hidupmu adalah milikmu, bukan milik orang yang menjadi "suamimu"

    4. Sepertinya sudah bukan topik yang baru lagi yah. Mengenai emansipasi atau kesetaraan gender, tapi mengingat buku ini saja ditulis tahun 2001 yah masih memungkinkan untuk dibahas waktu itu. Kalau sekarang semuanya sudah bergeser dan pengertian Kaum Adam terhadap Kaum Hawa sudah lebih besar.Oke, karena aku nonton filmnya dulu daripada baca bukunya berikut ceritanya kenapa banyak pertanyaan bermunculan saat menontonnya. Film bercerita mengenai kegigihan Annisa kecil yang ingin belajar naik kuda, ya [...]

    5. Aku bingung memberi bintang buat buku ini. Menurut logika, buku ini seharusnya hanya mendapat 1 bintang, atau maksimal 2tetapi aku tidak bisa menafikan kenyataan bahwa ini adalah buku pertama setelah kurun sekian lama yang kutamatkan dengan cepat, dan dengan mood yang terjaga. Mungkin untuk adilnya kuberi bintang 2,5 sajalah Buku ini awalnya diniatkan sebagai sebuah media alternatif kampanye gender dan hak-hak reproduksi perempuan, jadi sebenarnya tak aneh bila keterbacaannya sebagai sebuah buku [...]

    6. Naskah ini saya anggap naskah terbaik yang pernah difilemkan. Saya mencari buku ini selepas menonton filemnya. Kisah Annisa yang 'rebel' dari awal remaja. Kemudiannya berkahwin dan akhirnya kembali ke pesantren milik keluarganya. Banyak drama, kisah dan sinis-sinis kehidupan dalam naskah ini. Mengalir juga air mata dibuatnya. Memegang erat naskah ini semasa dibaca di dalam komuter buat orang-orang lain juga terpandang-pandang saat kita menarik balik air hidung ke dalam. Dan mengelap dua belah ma [...]

    7. seorang wanita bukan hanya duduk di rumah menunggu suami pulang, tapi dia juga punya hak yang sama dgn laki2, kita sebagai perempuan, surga ada di telapak kaki kita, kita jgn hanya mw berlindung diketiaknya lelaki saja, tunjukkan kalau kita tidak selalu lemah

    8. I would say this is a brave novel. A book that surpasses its own contemporary peers. Coming from Indonesia, a country with predominant Muslim population, it is noted that the Indonesian (as well as Malaysia, Singapore, Brunei) cultures are embroidered with Islamic values. Hence, occurrences of abusing the religion for personal gains are inevitable. This novel chronicles such issue as one of its plot. As the daughter of a religious teacher, Annisa's life was all trained to be submissive to the pa [...]

    9. Buku Perempuan Berkalung Sorban ini menceritakan tentang hidup seorang wanita bernama Anisa. Anisa adalah putri seorang kyai disebuah pondok pesantren. Dia mempunyai hobby berkuda, dan dia sering diajari oleh leknya yaitu lek Khudhori. Namun orang tuanya selalu marah-marah kalau mengetahui purtinya menunggangi kuda, karena Anisa adalah putri seorang kyai. Pada saat lek Khudhori mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Mesir, maka tidak ada lagi yang mengajari Anisa untuk menunggang kuda. [...]

    10. Annisa sedang bermain bersama kakanya Rizal. Nisa yang hendak keluar untuk belajar pacu kuda itu seurius sekali untuk menatap hari, namun restu orang tua tak kunjung mengijinkan anaknya tersebut untuk belajar berkuda.Sepulang di rumah Nisa langsung dipergoki oleh orang tuanya karena bermain tanpa izin.Hingga pada suatu hari dimana Nisa sudah mencapai masa baligh, Nisa belajar qir’ah dan berpacu kuda secara sembunyi-bunyi, belajar qir’ah ke maemunah dan berpacu kuda kepada lek Khudori.Lek Khu [...]

    11. baru saja nonton perempuan berkalung sorban di dvd, saya jadi tertarik membaca novelnya. tapi ternyata sedikit mengecewakan, saya pribadi lebih menyukai versi filmnya. di Novel, awalnya memang bagus dan cukup menyentuh. tetapi semakin kebelakang, saya kurang suka dengan cara penceritaannya. terkadang terkesan cheesy dan corny. dan juga karakter Khudori yang digambarkan di film (menurut saya Oka Antara memerankan nya dengan bagus)punya perbedaan yang signifikan dengan apa yang digambarkan di nove [...]

    12. Dalam pesantren Salafiah putri Al Huda diajarkan bagaimana menjadi seorang perempuan muslim dimana pelajaran itu membuat Anissa beranggapan bahwa Islam membela laki-laki, perempuan sangat lemah dan tidak seimbangTapi protes Anissa selalu dianggap rengekan anak kecil. Hanya Khudori (Oka Antara), paman dari pihak Ibu, yang selalu menemani Anissa. Menghiburnya sekaligus menyajikan ‘dunia’ yang lain bagi Anissa. Diam-diam Anissa menaruh hati kepada Khudori. Tapi cinta itu tidak terbalas karena K [...]

    13. dikasih bintang 3 Karena nggak ada rating bintang 2,5bonus 0,5nya : karena tema n pesan moralnya ttg kesetaraan gender yang belum lazim diangkat pada waktu novel ini ditulissebenarnya buku ini bukan tipikal buku saya. Tapi karena adik sudah meminjamnya dari rentalan buku, dan saya masih belum tidur maka apa boleh buat, pukul 3-5.30 tadi pagi buku ini habis juga saya lalap.hahahasejak halaman pertama, buku ini sudah menunjukkan pesan moral apa yang mau disampaikan. Untuk saya pribadi jalan cerit [...]

    14. mel gak terlalu mampu menilik-komentar dari buku ini, karna sebenarnya belum baca namun yang dapat ditilik dari film-nya memang cenderung pada ketidakpuasan seorang perempuan dengan keberadaan muasalnya. hidup dalam lingkungan pesantren yang ia rasa mengungkung 'kebebasannya' sebagai perempuan.dahal annisa, tokoh dalam film/buku ini, belum memahami makna kebebasan yang sebenarnyakalau dianalogikan, ia ingin menjadi mobil yang bebas menderu kemanapun, tanpa satupun rambu yang menghalangi.ka pada [...]

    15. Setelah melihat media visualnya, saya mencoba untuk membaca karya tulisnya. Sedikit banyak imajinasi saya agak terkungkung dari film yg digarap Hanung tersebut. Ternyata filmnya memang sedikit berbeda dan penuh "bumbu", mungkin untuk memenuhi tuntutan artistik. Pembahasan yg diulas mengenai jender dan feminitas memang topik yg tak pernah usai dan penuh dg kontroversial, apalagi dengan sudut penceritaan pesantren. pantas saja buku inj banyak disandingkan menjadi referensi ilmiah. Buku ini saya ra [...]

    16. Yeah, sebuah buku yang ditulis dan di buat oleh kaum feminis. sebuah karya yang mengangkat tema klasik tentang kejelekan kawin ala Siti Nurbaya dan mengagungkan kehidupan perkawinan yang diperoleh melalui pilihan sendiri. Bleh! lumayan lah gaya penceritaaannya walaupun maksud dan tujuannya subyektif (maksud gw ini dapat dijadikan contoh khas pembelaan anak-anak muda sok tahu yang tidak menghargai orang tuanya). Sedikit saran : jauhkan dari anak2 SMP dan SMU agar tidak membawa pengaruh buruk! han [...]

    17. Buku yang mengajar kita tentang kesabaran, keteguhan dan hak yang perlu kita kuatkan sebagai seorang wanita.Cara penulisan Abidah memang bagus cuma ade seberapa adegan saya rasakan terlalu singkat dan terlalu ringkas meninggalkan rasa tidak puas menikmati buku ini. Lebih-lebih lagi bagaimana kisah cerita ini ditamatkan, jikalau beliau dapat menulis dengan penuh teliti pasti bukunya akan memuaskan para peminat sastera.

    18. Worse than worst. I'll give it minus 5 rating if it is available ;) I wonder why so many people calls it "novel sastra". The characterization is totally weak, the details are unnatural I don't mind reading elaborated sexual scenes, but really, this "Step-by-Step Sexual Intercourse for Dummies" approach is annoying!

    19. bagus, tapi terlalu banyak setting dan pernyataan yang memancing kontroversi.untuk yang berasal dari kalangan pesantren di jawa, ga ada masalah, tapi untuk orang awam, apalagi yang tidak memiliki pandangan latar belakang budaya santri di jawa banyak yang tidak sesuai mungkin?

    20. Dibaca karena ga ada bacaan lain di kontrakan semalem, sambil tak habis2 ngedumel sendiri. Jadi paham perasaan adik bungsu saya yang berumah di atas motornya itu, yang setelah nonton film-nya, tumben2an inget pulang ke rumah untuk ngedumel juga, hehe

    21. ni buka ngeri bgt!!!!!! mendingan kabur dech!!!!! terlalu melecehkan posisi cewek,wlwpun emang diangkat lg sichpi bkn bt bacanya

    22. Lama juga gak baca Penasaran sama ceritanya, filmnya kan udah ada tu. Kata yang udah baca si banyak ibrahnya. Nah, sebelum nonton filmnya, baca dulu, hehehe

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *