The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol

The Road to the Empire Kisah Takudar Khan Pangeran Muslim Pewaris Mongol Takudar Arghun Buzun adalah tiga putra Tuqluq Timur Khan penguasa kekaisaran Mongolia keturunan Jenghiz Khan Setelah pembunuhan terhadap Kaisar dan permaisurinya Takudar Pangeran Kesatu yang ju

  • Title: The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol
  • Author: Sinta Yudisia
  • ISBN: 9789791367592
  • Page: 304
  • Format: Paperback
  • Takudar, Arghun, Buzun, adalah tiga putra Tuqluq Timur Khan, penguasa kekaisaran Mongolia, keturunan Jenghiz Khan Setelah pembunuhan terhadap Kaisar dan permaisurinya, Takudar, Pangeran Kesatu yang juga pewaris sah tahta kekaisaran, menghilang Arghun Khan, Pangeran Kedua naik menjadi Kaisar dengan konspirasi dan bantuan Albuqa Khan, orang kepercayaannya Sementara Buzun,Takudar, Arghun, Buzun, adalah tiga putra Tuqluq Timur Khan, penguasa kekaisaran Mongolia, keturunan Jenghiz Khan Setelah pembunuhan terhadap Kaisar dan permaisurinya, Takudar, Pangeran Kesatu yang juga pewaris sah tahta kekaisaran, menghilang Arghun Khan, Pangeran Kedua naik menjadi Kaisar dengan konspirasi dan bantuan Albuqa Khan, orang kepercayaannya Sementara Buzun, Pangeran Ketiga, tetap mengabdi di kekaisaran, tapi dengan rasa rindu dan penasaran terhadap hilangnya sang kakak, Takudar.Arghun Khan menjadi Kaisar dengan semangat ekspansi untuk menguasai dunia, melanjutkan kebesaran leluhurnya, Jenghiz Khan Ia bahkan berambisi menaklukkan Jerusalem Namun, dalam gerakan penaklukan dan usaha meluaskan wilayah kekuasaan dengan ambisi yang begitu besar, selalu rakyat yang menjadi korban Termasuk di dalamnya masyarakat Muslim, yang sejak Khalifah Rasyidin telah menyatu dengan bangsa Mongolia sebagai warga minoritas Bagi masyarakat Muslim Mongol, membiarkan gerakan ekspansi berarti juga menyiapkan kuburan massal Tak ada pilihan, perlawanan harus dilakukan Pada saat bersamaan, Pangeran Kesatu yang dalam pelariannya diselamatkan oleh orang orang Muslim, telah kembali Meski tersisih, menggelandang, dan tak punya kekuatan pasukan, menegakkan kembali kebenaran sejarah adalah sebuah hal yang niscaya Bersama orang orang Muslim, Baruji alias Takudar Muhammad Khan merencanakan perlawanan untuk merebut tahta Buzun, Pangeran Ketiga pun berada dalam dilema Haruskah ia memihak salah satu kakaknya Di sisi lain, perempuan perempuan yang ada di sekeliling Arghun, Takudar, maupun Buzun, memainkan peran masing masing Almamuchi alias Uchatadara, gadis dari suku Tar Muleng yang selama ini setia menjadi pelayan Takudar Urghana, putri Albuqa Khan yang mencintai Buzun, tapi harus menghadapi kekerasan hati Arghun, yang juga mencintainya Selir Albuqa Khan, Han Shiang, yang licik Juga Karadiza, gadis Muslim lugas dan pemberani.Maka, intrik dan konspirasi politik pun bertabur dalam novel ini Berbalut kisah heroisme dengan bumbu romantisme yang tak berlebihan.

    DriveBC Ministry of Transportation and Infrastructure Subscribe Plan Your Route CV Height Clearance Tool Commercial Vehicle Chain Requirements Bicycle Buy Sell mountain bike, road bike, bicycles Malaysia mountain bike, road bike, bicycles online classifieds

    • [PDF] ß Free Download ↠ The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol : by Sinta Yudisia ↠
      304 Sinta Yudisia
    • thumbnail Title: [PDF] ß Free Download ↠ The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol : by Sinta Yudisia ↠
      Posted by:Sinta Yudisia
      Published :2018-07-05T22:41:18+00:00

    1 thought on “The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol”

    1. Baguusss banget! Sama sekali nggak nyesel bacanya. Meskipun sempet jiper liat bukunya yang tebal itu.Buku ini mengisahkan perjalanan Takudar, pangeran pertama kerajaan Mongol selama masa melarikan diri setelah terjadi pemberontakan yang membuat Kaisar dan Permaisuri tewas terbunuh. Takudar, memegang janji ayahnya sang Kaisar bahwa dia akan menjadi seorang muslim, akhirnya memeluk agama Islam dan tinggal bersama orang-orang Muslim.Sementara itu adiknya, pangeran kedua Arghun Khan naik tahta menja [...]

    2. Novel ini benar-benar membetot segala rasa saya. Saya tersentak, saya bergemuruh, saya menangis, menelusur epik yang begitu detail dan kuat nuansa risetnya. Pemaparan tokoh-tokohnya begitu manusiawi. Tak ketinggalan, kisah romantika yang benar-benar berbeda, tak bergenit-genit dan mendayu-dayu tanpa arti. Bab demi bab membuat saya acap kali menarik napas. Dan sampai pada titik kata terakhir, saya tak mau novel ini tamat….

    3. Subhanallah! I never know Indonesian writer can write like this. Sinta Yudisia rocks!I used to hate reading histories. But reading this novel, I couldn't help it, hardly stopping. The facts of history combined and mingled with the romance fiction are beautifully presented. The poetical description of the palaces, the Gobi dessert, the meadows, the steep mountain, and the poetical poetries themselves are amazing. Really add my poor vocabs :P Sinta Yudisia is really trained to the creation of beau [...]

    4. TENTANG CINTA, PERSAUDARAAN DAN PERJUANGAN(Pelajaran Berharga Dari TRTTE)Judul : The Road To The Empire (Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol)Penulis : Sinta YudisiaPenyunting Ahli : Maman S. MahayanaGenre : Novel SejarahPenerbit : Lingkar Pena Publishing HouseCetakan : I, Desember 2008Sesekali, tanyakanlah pada anak – anak atau remaja di sekitar kita, “Siapa nama pahlawan yang mereka kenal?!”. Tak jarang, tanpa ‘merasa bersalah’, sebagian dari mereka menjawab dengan polo [...]

    5. Judul : The Road to The EmpirePenulis : Sinta YudisiaPenerbit : Lingkar Pena Publishing HouseCetakan : I, Desember 2008Tebal : 571 halamanJanji Suci Sang Pangeran MongolMelihat cover dan judulnya, yang terbayang adalah sebuah kisah tentang kaisar, pedang dan peperangan. Melihat ketebalannya, yang terbayang adalah cerita yang demikian panjang dan pelik layaknya penggambaran kisah sejarah. Namun, membaca mulai lembar pertamanya ternyata cukup menarik dan mengundang rasa penasaran untuk mengikuti [...]

    6. 4,5 bintang!Bagi sebagian orang novel berhalaman tebal cepat membuat mereka bosan dan mungkin malas untuk membacanya, tetapi tidak untuk novel ini.Takudar, Arghun, dan Buzun adalah tiga putra Tuqluq Timur Khan, penguasa kekaisaran Mongolia, keturunan Jengiz Khan. Semasa hidupnya Tuqluq Timur Khan berjanji kepada Syaikh Jamaluddin bahwa ia akan menjadi seorang Muslim usai menyatukan Mongolia. Belum sempat menunaikan janjinya terjadi kudeta yang menewaskan Tuqluq Timur Khan dan Permaisuri Ilkhata. [...]

    7. Buku ini termasuk buku yang membutuhkan lama untuk dibeli.Nyaris 2 tahun. Pertama kali lihat dan membaca sinopsinya sudah terlarik. Lihat harga ternyata STD. Namun lihat cetakannya langsung ngacir dengan teratur. Niat mau ngintip rak buku teman2 kok kelewatan terusDi IBF, buku ini dipasangi tulisan diskon 40 % dengan manis, sepertinya sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak jadi membelinya. Dengan menguatkan hati, lembar demi lembar halaman buku ini saya buka. Lembaran yang ada mengajak saya ber [...]

    8. Aku hanya Seorang lelaki biasa yang tidak sebijak Abubakar, tidak sekuat Umar, tidak sekaya Utsman, tidak secerdas Ali. Hanya pemuda dhaif yang meyongsong kebangkitan (hal 459) berlatar belakang kekaisaran Mongol masa pemerintahan Tuqluq timur khan yang merupakan keturunan ketiga dari Jengiz khan.Masa dimana mulai masuk dan diterima pengaruh Islam di kekaisaran Mongol.Tuqluq timur khan yg bersikap 'menerima' dan berjanji akan mendalami Islam pada salah seorang ulama menimbulkan bara dalam sekam [...]

    9. 2/3 bagian awal buku ini rasanya berjalan terlalu lambat. Mungkin bahkan 3/4 bagian. Ada sih bagian2 menarik terselip disana-sini, misalnya waktu Almamuchi mendapatkan kitab rahasia sejarah, atau bagian pertemuan (& perpisahan) Almamuchi dengan ibunya.Mungkin setelah bagian pertemuan Buzun dengan Rasyiduddin dan seterusnya, barulah buku ini benar2 menarik perhatian saya.Entah kenapa, mungkin karena saya berharap lebih banyak "action" dalam buku ini.Kekurangan lain, banyak sekali salah ketik [...]

    10. saya pribadi sangat menikmati membaca buku ini,mulai benar-benar menikmati buku ini lewat dari halaman dua puluh-an.til-detil yang tersaji terkait latar zaman mongol berjaya sangat terasa.apik sekali penyajian dara sejarahnyamantisnya pun dapet banget dibikin nangisapalagi sama ukhuwah antara Takudhar dan Salimmembuat saya mengingati ukhuwah yang kental antara Anshar dan Muhajirinp banget lahkaaahhee :-D

    11. Cool It Charged up our spirit and reminded us to recheck our own life vision and destination. For what we live our life right now? Have we been right on the track? Have we made our best struggle to achieve it?This is My review:twinkle-euisry/20

    12. worthwhile readinggg. bagus banget. awal bacanya sih emang rada2 'abot' bahasanya, karena pengarangnya menggambarkan berbagai latar dengan cukup detail dan puitis sekaliii. cukup banyak tokoh yang terlibat dalam karya epik ini tapiii keindahan bahasa dan karakter tokoh benar2 bisa bikin i lov the figures mulai dari takudar, salim, dkk. SUPERB BOOK!

    13. bacaan ringan yang sarat gizi. barusaja menyelesaikan buku ini. dan masih terguncang. penulis berhasil menguliti sisi psikologis pada tiap-tiap tokoh yang berperan. kebimbangan, pergolakan batin, keteguhan, dan rasa-rasa lain yang mewarnai novel ini membuat saya merasa demikian dekat dengan para tokoh. really worth to read! \[°●°]

    14. keren bangeth!!!!!!!di indonesia masih cukup sedikit orang yang mw bersusah payah membuat buku dengan genre seperti iniwalaupun akhir ceritanya cukup membuat sakit hati, it's ok!salut sama mba sinta

    15. Penyajian epiknya sangat bagus, tapi mungkin bisa diperjelas lagi latar waktunyapaya bisa ikut menelusuri kisah dari Takudar secara non-fiksi. Untuk label buku yang bertuliskan "Novel Dewasa", agak gak setuju karena menurutku buku ini layak dibaca para remaja

    16. Fii aamanillah, Aisyah, pendekar padang rumput Tar Muleng. <-- can't forget this scene :)Like the way the author tells all the things in this book. love, pain, and love above love. ^_^

    17. Bercerita tentang Kekaisaran Mongolia, warisan Jenghis Khan. Kekaisaran ini dipimpin oleh seorang raja yg arif dan bijak bernama Tuqluq Timur Khan yg kemudian menyatakan dirinya memeluk Islam. Namun keisalam sang raja menjemput kematian baginya dan sang satu. Mereka dibunuh oleh orang kepercayaan dan menyisakan 3 orang pangeran yg salah satunya diamanahi untuk membawa kerajaan pada nafas Islam. Pangeran pertama yg mendapat wasiat ini dipersaudarakan anda dengan seorang anak dari syekh yg mengena [...]

    18. Lama sekali buku ini masuk dalam waiiting list, Alhamdulillah jumat kemaren buku ini beserta sekuel keduanya "Tahta Awan" sampai dengan selamat sentosa di kamarku terbungkus rapi kumplit dengan tanda tangan dan pesan spesial dari sang penulis ^_^. Maklum beli langsung pada penulisnya Mbak Sinta Yudisia.Ini bukan buku pertama Mbak Sinta yang kubaca, jadi tidak kaget dengan deskripsi panjang diawal menjelaskan duduk perkara ihwal pelarian sang Pangeran Pertama Takudar Khan. Meskipun seret diawal ( [...]

    19. pertama kali pas baca sinopsisnya, ga ngira yg bikin penulis indonesia. lebih kaget lagi pas beres baca. wow.ng penulis bener2 mampu menghidupkan dunia mongol. lbh senang lg ada sentuhan islamnya. walaupun ga nyata, anehnya tulisannya bener2 bisa membuatku merasa ada di dalamnya.temanya : the lost prince di kerajaan mongol. takudar, sang pangeran digambarkan tidak sempurna. ada ketakutan dan kecemasan tuk mengambil alih. bahkan seingatku pertama dia ga terlalu berminat kembali ke kerajaannya. ta [...]

    20. tokoh-tokoh yang tulus, yang kejam, yang bengis, licik, semuanya berebut tempat di hati pembacata akan merasakan beban seorang pangeran pelarian yang menjadi tumpuan harapan rakyat jelata dan miskin. kita juga akan bertemu gadis tangguh dan tulus yang tak terhindar dari bahaya demi bahaya demi memegang janjinya. ada juga kaisar muda, cerdas dan tampan yang berhati singa penguasa negeri matahari terbit hingga negeri matahari terbenam namun cintanya tak terbalasmudian kita akan menemui gadis canti [...]

    21. buku ini superb.yah semoga tidak berlebihan. namun menurut saya ini salah satu novel karya anak bangsa yang apik. cerita yang disampaikan naratif, sehingga perlu sedikit usaha untuk mencernanyangkin ada beberapa istilah mongolia yang mungkin sedikit mengganggu karena arti katanya ada di halaman sebelumnya sehingga sulit untuk mencari lagimudian ada beberapa kata yang salah huruf. Tapi over all isi bukunya oke. ceritanya ngalir dan saling berkaitan. menguras emosi antar tokoh serasa menonton film [...]

    22. Aku udah baca semua serinya. tapi yang benar- benar punya aku cuman ini doang sisanya minjem heheudah lama sih bacanya, sekitar empat tahun lalu.Setiap tokoh yang diciptakan bikin aku jatuh cinta banget sama buku iniling suka sama pasangan Arghun dan Urgana. Seandainya mereka bersatu:')Pas baca geregetan banget. sayang sosok sempurna Arghun harus jahat:( itu paling ngeselindan urghana mati itu bikin jedotin kepala hehe lebay.Good job deh buat Mba Sinta. empat bintang aja ya, nggak berani kasih l [...]

    23. Biasanya, buku yang saya anggap bagus dilihat dari rasa yang ditinggalkan setelah membacanya. Dan buku ini meninggalkan rasa haru, pedih, sesak, getir. Cerita yang mengaduk-aduk perasaan. Mbak Sinta seperti menarik perasaan saya ke arah yang salah. Ketika membaca, tanpa sadar saya berkata dalam hati: 'tolong, jangan! jangan terjadi seperti itu!'. Tapi hal-hal yang tidak saya inginkan tetap terjadi. Dan saya ikut terluka bersama tokoh di dalam cerita ini.

    24. Novel karya bunda Sinta Yudisia ini sungguh ciamik, epik, romantik dan heroik. Saya masih belum bisa membayangkan referensi apa yang dijadikan sandaran oleh penulis dalam menghasilkan karya fenomenal ini, dan bagaimana penulis bisa menceritakan secara detail Mongolia pada zaman itu, dan membawa kita para pembaca seolah-olah menyaksikan secara langsung tiap episode-episode yang terjadi. Saya menantikan kelanjutan dari novel ini.

    25. Kisah perjalanan anak seorang kaisar mongolia dari pengasingan harus menghadapi saudaranya sendiri. Kisah epik disisipi intrik, politik, ideologi, dan kepercayaan. Menurut saya semua itu dibungkus dengan baik hingga menarik untuk dibaca. Namun ada banyak istilah bahasa mongolia yang luput dari footnote hingga membuat saya kebingungan, jadinya bacanya agak seret. Selain itu sih buku ini patut untuk dibaca soalnya ada nilai sejarahnya.

    26. ngenes baca ending kisah cinta Buzun dan Urghana. Satu pelajaran yg kupetik adalah, mencapai cita cita mulia memerlukan pengorbanan besar.Seperti yg dialami Takudar.Banyak trivia tentang sejarah mongol yg berkaitan dengan buku ini, nanti akan aku ulas di blogku ;-)

    27. Bacanya dari pinjaman teman. Itu pun bajakan. Jadi kualitasnya nggak bagus. Ada bagian-bagian halaman yang ilang, terbalik juga. Tapi overall, isinya bagus. Bahasanya gurih--meminjam istilah HB Jassin.

    28. Nice action and so filmis.Beberapa bahkan tak menyangka jika novel ini ditulis oleh seorang penulis yang berasal dari Indonesia, asli, tulen. :)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *